SEJARAH PERKEMBANGAN ISLAM PADA ABAD PERTENGAHAN.
PENGERTIAN
Sejarah perkembangan peradaban Islam dibagi menjadi tiga bagian, yaitu: priode klasik (650 -1250 M), priode pertengahan (1250 – 1800 M) dan priode modern (1800 – sekarang).Yang dimaksud abad pertengahan ialah tahapan sejarah umat Islam yang diawali sejak tahun-tahun terakhir keruntuhan Daulah Abbasiyah (1250 M ) sampai timbulnya benih-benih kebangkitan atau pembaharuan Islam yang diperkirakan terjadi sekitar tahun 1800 M.Priode pertengahan ini juga terbagi menjadi dua bagian, yaitu masa kemunduran I (1250 – 1500 M) dan masa tiga kerajaan besar (1500 – 1800 M).B.
MASA KEMUNDURAN I (1250 -1500 M.)
1. Dinasti Jengiskhan
Disebut masa kemunduran karena masa-masa ini dunia Islam dalam proses penghancuran oleh bangsa Mongol dibawah pimpinan Jengiskan dan keturunannya serta Timur Lenk yang juga masih keturunan bangsa Mongol.Bangsa Mongol ini berasal dari daerah pegunungan Mongolia yang membentang dari Asia tengah sampai ke Siberia utara, Tibet selatan dan Manchuria barat serta Turkistan timur. Mereka mempunyai watak yang kasar, suka berperang dan berani menghadapi maut untuk mencapai keinginannya .Jengiskhan menganut agama Syamaniah, menyembah bintang-bintang dan sujud kepada Matahari yang sedang terbit. Raja-raja keturunannya yang masih menganut agama Syamaniyah ialah Hulagukhan sampai raja yang ke VI.Sedangkan mulai dari raja yang VII (Mahmud Ghazan) sampai raja-raja selanjutnya adalah pemeluk Islam. Dinasti Jengiskhan ini dikenal dengan dinasti Ilkhan, yaitu gelar yang diberikan kepada Hulagukhan. Daerah-daerah yang dikuasai dinasti ini adalah daerah yang terletak antara Asia kecil di barat dan India di timur.Kedatangannya ke dunia Islam diawali dengan ditaklukkannya wilayah-wilayah kerajaan Transoxania dan Khawarizm 1219 M; kerajaan Ghazna pada tahun 1221 M, Azarbaizan pada tahun 1223 M. dan Saljuk di Asia kecil pada tahun 1243 M.Serangan ke Baghdad dilakukan oleh Hulagukhan pada tahun 1258 M. Saat itu Khalipah Al Mu’tashim menolak untuk menyerah. Akhirnya kota Baghdad dikepung. Tanggal 10 Pebruari 1258 benteng benteng kota ini dapat ditembus dan Baghdad dihancurkan. Khalipah dan keluarganya serta sebagian besar dari penduduk dibunuh dengan dipancung secara bergiliran. Beberapa dari anggota keluarga Bani Abbas dapat melarikan diri, dan diantaranya ada yang ke Mesir dan menetap di sana. Kota Bagdad sendiri dihancurkan rata dengan tanah, sebagaimana kota-kota lain yang dilalui tentara Mongolia tersebut.Dari Bagdad pasukan Mongolia menyebrangi sungai Eufrat menuju Syria, kemudian melintasi Sinai. Pada tahun 1260 M. mereka berhasil menduduki Nablus dan Gaza. Begitu pula daerah-daerah lain yang dilaluinya dapat ditaklukkan kecuali Mesir. Tentara Kerajaan Mamalik yang saat itu sedang berkuasa di Mesir dapat memukul mundur pasukan Mongolia dalam sebuah pertempuran di ‘Ain Jalut tanggal 13 September 1260 M.Demikianlah kondisi dunia arab, terutama Baghdad dan sebagian besar derah-daerah kerajan Islam lainnya dikuasi oleh bangsa Mongolia selama kurang lebih 85 tahun dibawah perintah dinasti Ilkhan, yang tentunya kehadiran mereka lebih banyak membawa kehancuran dan kemunduran dunia Islam.Dari sekian banyak penguasa dinasti Ilkhan ada yang peduli terhadap pembangunan kembali peradaban yang telah diahncurkannya itu. Diantaranya adalah Mahmud Ghazan (683-703 /1295-1304), raja Ilkhan pertama yang beragama Islam. Dia seorang pelindung ilmu pengetahuan dan sastra. Ia amat menggemari kesenian terutama arsitektur dan ilmu pengetahuan alam, seperti astronomi, kimia, mineralogy, Metalurogi dan botani. Ia membangun semacam biara untuk para darwis, perguruan tinggi untuk mazhab Syafi’i dan Hanafi, sebuah perpustakaan , observatorium, dan gedung-gedung umum lainnya.Mahmud Ghazan diganti oleh Muhammad Khudabanda Uljeitu (1304-1317 M) seorang penganut syi’ah yang ekstrim. Ia mendirikan kota raja Sulthaniyah dekat Zanjan. Pada masa pemerintahan Abu Sa’id (1317-1335 M) pengganti Muhamad Khudabanda, terjadi bencana kelaparan yang sangat menyedihkan dan angin topan dengan hujan es yang mendatangkan malapetaka. Kerajaan Ilkhan sepeninggal Abu Sa’id menjadi terpecah belah. Masing-masing pecahan saling memerangi . Akhirnya mereka semua ditaklukkan oleh Timur Lenk.
2. Dinasti Timur Lenk
Kedatangan Timur Lenk ke dunia Islam tidak kurang membawa kehancuran , bahkan ia lebih kejam daripada Jengiskan atrau Hulagukhan. Berbeda dengan Jengiskan atau Hulagukhan yang masih menganut kepercayaan Syamaniah, Timur Lenk ini sudah menganut agama “Islam.”Pada tanggal 10 April 1370 M. Timur Lenk memproklamirkan diri sebagai penguasa tunggal di Tranxosiana. Ia berencana untuk menaklukkan daerah-daerah yang pernah dikuasai oleh Jengiskhan. Ia berkata : “Sebagaiamana hanya ada satu Tuhan di alam ini , maka di bumi seharusnya hanya ada seorang raja.”Pada tahun 1381 M. ia menaklukkan Khurasan, terus ke Afganistan, Persia, Fars dan Kurdistan. Di setiap negeri yang ditaklukkannya ia mengadakan pembantaian besar-besaran terhadap siapa saja yang menghalangi rencananya, misalnya di Afganistan ia membangun menara yang disusun dari 2000 mayat yang dibalut dengan batu dan tanah liat; Di Iran ia membangun menara dari 70000 kepala manusia yang sudah dipisahkan dari badannya; Di India ia membantai lebih dari 80000 tawanan; Di Sivas, Anatolia sekitar 4000 tentara Armenia dikubur hidup-hidup.Pada tahun 1401 M. ia memasuki daerah Syria bagian utara. Tiga hari lamanya Aleppo dihancurleburkan. Kepala dari 20000 penduduk dibuat Pyramid setinggi 10 hasta dan kelilingnya 20 hasta dengan wajah mayat menghadap ke luar. Banyak bangunan, seperti sekolah dan masjid yang berasal dari zaman Nuruddin Zanky dari Ayyubi dihancurkan. Hamah, Hom’s dan Ba’labaka berturut-turut jatuh ke tangannya. Demikian pula Damaskus dikuasainya, sehingga masjid Umayah yang bersejarah mengalami kerusakan berat. Setelah itu serangan diteruskan ke Baghdad, dan membantai 20000 penduduknya. Dari mayat-mayat tersebut ia membuat 120 menara sebagai tanda kemenangan.Timur lenk berambisi juga untuk menguasai kerajaan Usmani di Turki, karena kerajaan ini banyak menguasai daerah-daerah bekas imperium Jengiskan dan Hulagukhan. Pada tahun 1402 M. terjadi pertempuran yang sangat hebat di Ankara. Tentara Usmani mengalami kekalahan. Sultan Usmani (Bayazid I) sendiri tertawan dan mati dalam tawanan. Setelah itu Timur Lenk kembali ke Samarkhand. Ia berencana mengadakan invasi ke Cina, Namun di tengah perjalanan ia menderita sakit yang membawa kepada kematiannya pada usia 71 tahun. Tepatnya tahun 1404 M. dan mayatnya di bawa ke samarkhand.Sekalipun Timur Lenk ini terkenal sangat ganas dan kejam, tetapi ia sempat memperhatikan pengembangan Islam. Konon ia penganut Syi’ah yang ta’at dan menyukai tarekat Naqsyabandiyah. Dalam setiap perjalanannya ia selalu mengikutsertakan para ulama, sastrawan dan seniman. Ia sangat menghormati para ulama. Ketika ia berusaha menaklukkan Syria utara, ia menerima dengan hormat sejarawan terkenal, Ibnu Khaldun yang diutus Sulthan Faraj untuk membicarakan perdamaian. Kota Samarkhand diperkaya dengan bangunan-bangunan dan masdjid yang megah dan indah.
3. Kaum Mamluk di Mesir
Satu-satunya penguasa Islam yang dapat memukul mundur tentara Mongolia (Hulagukhan) ialah tentara Mamalik yang saat itu sedang berkuasa di Mesir dibawah pimpinan Sulthan Baybars (1260-1277) sebagai Sulthan yang terbesar dan termasyhur serta dipandang sebagai pembangun hakiki dinasti Mamalik di Mesir. Dinasti Mamalik berkuasa sejak tahun 1250 M. menggantikan dinasti Al Ayyubi dan berakhir tahun 1517 M. Karena dapat menghalau tentara Hulagukhan, Mesir terhindar dari penghancuran, sebagaimana dialami di dunia Islam lain yang ditaklukkan oleh Hulagu.Dinasti Mamalik ini mengalami kemajuan diberbagai bidang. Kemenangannya terhadap tentara Mongolia menjadi modal dasar untuk mengusai daerah-daerah sekitarnya. Banyak penguasa-penguasa kecil menyatakan setia kepada dinasti ini. Dinasti ini juga dapat melumpuhkan tentara Salib di sepanjang laut tengah. Dalam bidang ekonomi, ia membuka hubungan dagang dengan Perancis dan Italia, terutama setelah kejatuhan Baghdad oleh tentara Timur Lenk, membuat Kairo menjadi kota yang sangat penting yang menghubungkan jalur perdagangan antara Laut merah dan laut tengah dengan Eropah. Hasil pertanian juga meningkat.Di bidang ilmu pengetahuan, Mesir menjadi tempat pelarian ilmuwan-ilmuwan asal Baghdad dari serangan tentara Mongolia. Karena itu ilmu-ilmu banyak berkembang di Mesir, seperti sejarah, kedokteran,astronomi,matematika, dan ilmu agama. Dalam ilmu sejarah tercatat nama-nama besar, seperti Ibnu Khalikan, Ibnu Taghribardi, dan Ibnu Khaldun. Di bidang astronomi dikenal nama Nasir al-Din al –Tusi. Di bidang matematika Abu al Faraj al –‘Ibry. Dalam bidang kedokteran: Abu Hasan ‘Ali al-Nafis penemu susunan dan peredaran darah dalam paru-paru manusia, Abdul Mun’im al-Dimyathi seorang dokter hewan, dan al- Razi, perintis psykoterapi. Dalam bidang Opthalmologi dikenal nama Salah al-Din Ibnu Yusuf. Sedangkan dalam bidang ilmu keagamaan, tersohor nama Ibnu Taimiyah, seorang pemikir reformis dalam Islam, al Sayuthi yang menguasai banyak ilmu keagamaan, Ibnu Hajar al-Asqalani dalam Ilmu Hadits dan lain-lain. Demikain pula dalam bidan arsitektur. Mereka membangun bangunan-bangunan yang megah seperti sekolah-sekolah, masjid-masjid, rumah sakit, museum, perpustakaan, villa-villa, kubah dan menara masjid.Kerajaan Mamalik ini berakhir tahun 1517 disebabkan banyaknya panguasa yang bermoral rendah, suka berfoya-foya dan ditambah dengan datangnya musim kemarau panjang dan berjangkitnya wabah penyakit. Dilain pihak munculnya kekuatan baru, yaitu kerajaan Turki Usmani yang kemudia dapat memenangkan perang melawan tentara Mamalik . Kemudian Mesir ini dijadikan salahsatu propinsi kerajaan Usmani di Turki.
4. Spanyol
Pada abad pertengahan ini Islam hanya berkuasa di daerah Granada, dibawah dinasti Bani Ahmar (1232-1492 M) yang merupakan kekuatan Islam terakhir di Spanyol seteleh kurang lebih 7 abad setengah lamanya menguasai wilayah ini. Kota-kota lain seperti Cordova telah jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1238 M, Sevilla lepas pada tahun 1248 dan akhirnya Granada juga jatuh ke tangan Kristen pada tahun 1492 M. Hal ini disebabkan karena terjadinya perpecahan diantara umat Islam terutama orang-orang Istana dalam memperebutkan kekuasaan. Dilain pihak umat Kristen berhasil mempersatukan diri. Abu Abdullah sebagai khalipah terakhir tidak mampu lagi membendung serangan-serangan keristen yang dipimpin oleh Ferdinand dan Isabella, dan akhirnya dia menyerahkan diri, dan dia sendiri hijrah ke Afrika utara. Dengan demikian berakhirlah kekuasaan Islam di Spanyol. Umat Islam setelah itu, dihadapkan kepada dua pilihan, masuk keristen atau pergi meninggalkan Spanyol. Pada tahun 1609 M. boleh dikatakan tidak ada lagi umat Islam di daerah ini.
Dunia Islam mengalami kehancuran setelah Khalipah Abbasiyah di Bghdad runtuh, dan baru mengalami kemajuan kembali setelah muncul dan berkembangnya tiga kerajaan besar, yaitu: Usmani di Turki, Mughal di India dan Safawi di Persia.
C.MASA TIGA KERAJAAN BESAR (1500-1800 M)
1. Kerajaan Usmani
Pendiri kerajaan ini bernama UsmanI, seorang bangsa Turki dari kabilah Oghuz. Ia menyatakan diri sebagai Padisyah al Usmani (raja besar keluarga Usmani) pada tahun 699 H (1300 M). Tahun 1312 M ia menyerang kota Broessa di Bizantium yang kemudian dijadikan sebagai ibukota kerajaannya. Beberapa tahun kemudian Usmani dapat menaklukkan sebagian benua Eropah seperti Azmir (Smirna) tahun 1327, Thawasyanli tahun 1330, Uskandar tahun 1338, Ankara tahun 1354, dan Gallipoli tahun 1356.Pada masa Sultan Murad I (1359-1389) Usmani dapat menguasai Adrianopel yang kemudian dijadikan ibukotanya yang baru, kemudian ditaklukkan pula Macedonia, Sopia, Salonia dan seluruh wilayah bagian utara Yunani. Merasa cemas terhadap kemajuan ekspansi kerajaan ini ke eropah, Paus mengobarkan semangat perang. Sejumlah besar pasukan sekutu Eropah disiapkan untuk memukul mundur pasukan Usmani. Pasukan ini dipimpin oleh Sijisman, raja Hongaria. Namun Sultan Bayazid I (1389-1403 M), pengganti Murad I, dapat menghancurkan pasukan sekutu Kristen Eropah tersebut. Hanya sayang Sultan Bayazid I ini dapat dikalahkan oleh serangan tentara Timur Lenk dalam pertempuran di Ankara tahun 1402 dan dia sendiri ditawan musuh.Dengan ditawannya Bayazid I ini kerajaan Usmani mengalami kemunduran, sampai diselematkan kembali oleh putranya Muhammad, dan dilanjutkan oleh Murad II (1421-1451) lalu oleh Muhammad II (1451-1481) yang dikenal dengan muhammad Al Fatih . Pada masa kekuasaan Muhammad al Fatih ini, Byzantium dan Konstantinopel ditaklukkan (1453 M).Kerajaan Usmani semakin memantapkan kedudukannya pada masa Sulaiman al Qanuni (1520-1566 M), sehingga pada masanya wilayah kekuasaan Usmani mencakup Asia kecil, Armenia, Irak, Siria, Hejaz, dan Yaman di Asia; Mesir, Libia, Tunis dan Al Jazair di Afrika; Bulgaria, Yunani, Yugaslapia, Albania, Hongaria, dan Rumania di Eropah. Untuk mengatur pemerintahan Negara disusunlah sebuah kitab undang-undang (qanun) yang diberi nama Multaqa al –Abhur, yang menjadi pegangan hukum bagi kerajaan Usmani sampai datangnya reformasi pada abad ke 19. Sebab itulah Sultan Sulaiman diberi gelar “al Qanuni.”Dalam pembangunan, Turki Usmani ini lebih mempokuskan kepada bidang politik , kemiliteran dan arsitektur. Bidang politik maksudnya adalah perluasan daerah seperti di atas. Bidang Militer adalah terbentunhya kelompok militer baru yang disebut pasukan Jenissari atau Inkisyariah. Pasukan inilah yang dapat mengubah Negara Usmani menjadi mesin perang yang paling kuat. Bidang arsitek misanya banyak dibangun bangunan-bangunan megah, seperti sekolah, rumah sakit,villa, makam, jembatan dan masjid-masjid. Masjid-masjid dihiasi dengan kaligrafi yang indah, misalnya yang terkenal adalah masjid Jami sultan Muhammad Al Fatih, Masjid Agung sulaiman, Masjid Abi ayub Al Anshari dan Masjid Aya Sopia yang awalnya adalah bangunan gEreja.Dalam bidang keagamaan, perhatian sultan cukup besar. Patwa-patwa ulama sangat berperan dalam mengambil kebijakan Negara. Mufti adalah sebagai pejabat urusan agama tertinggi yang memberikan fatwa resmi terhadap problematika keagamaan dalam masyarakat. Tanpa legitimasi Mufti, keputusan hukum kerajaan bisa jadi tidak berjalan.Selama kurang lebih 9 abad kerajan Usamani berdiri, tetapi kemudian hancur juga disebabkan oleh beberapa faktor antara lain:
a. Budaya pungl
iSetiap jabatan yang hendak diraih oleh seseorang harus “dibayar” dengansogokan kepada orang yang berhak memberikan jabatan tersebut, sehinggamenyebabkan dekadensi moral dan kondisi para pejabat semakin rapuh.
b. Pemberontakan tentara JenissariKemajuan ekspansi kerajan Usmani adalah juga karena peranan yang besar dari tentara Jenissari. Maka dapat dibayangkan kalau tentara Jenissari itu sendiri akhirnya memberontak kepada pemerintah.
c. Kemorosotan ekonomiIni disebabkan perang yang berkepanjangan, menghabiskan uang dan perekonomian Negara merosot, sementara belanja Negara sangat besar, termasuk untuk biaya perang.
d. Wilayah kekuasaan yang sangat luasTerlalu luasnya wilayah kekuasaan Usmani sangat sulit untuk dikontrol.Dipihak lain, para penguasa sangat berambisi menguasai wilayah yang sangat luas, sehinga mereka terlibat perang terus menerus dengan berbagai bangsa. Hal ini tentu menyedot banyak potensi yang seharusnya dapat digunakan untuk membangun Negara.
e. Kelemahan penguasaSepeninggal Sulaimanal al-Qanuni, kerajaan Usmani diperintah oleh Sultan–sultan yang lemah terutama dalam bidang kepemimpinan. Akhirnya pemerintahan menjadi kacau.
2. Kerajaan safawi di Persia
Cikal bakal kerajaan ini sebenarnya berasal dari perkumpulan pengajian tasauf tarekat safawiyah yang berpusat di kota Ardabil, Azerbaijan. Nama Safawiyah diambil dari nama pendirinya Safi al-Din, seorang keturunan imam Syi’ah yang ke enam, Musa al Kazhim. Kerajaan ini dapat dianggap sebagai peletak pertama dasar terbentuknya Negara Iran dewasa ini. Gerakan tarekat ini lama kelamaan berubah bentuk menjadi gerakan politik. Jama’ah atau murid-muridnya berubah menjadi tentara yang teratur dan panatik dalam kepercayaan serta menentang setiap orang yang bermazhab selain syi’ah.Kepemimpinan Sapawi silih berganti, dan semakin eksis sebagai gerakan politik yang didukung oleh pasukan tentara yang kuat yang diberi nama Qizilbash (baret merah) pada masa kepemimpinan Ismail (1501-1524 M). Dialah yang pertama kali memproklamirkan dirinya sebagai raja pertama dinasti Safawi di kota Tabriz. Dalam waktu sepuluh tahun ia sudah dapat menguasai seluruh wilayah Persia dan bagian timur B ulan sabit subur (Fortile Crescent).Kerajaan Safawi mencapai puncak kemajuannya pada masa pemerintahan Abbas I . Pada masa pemerintahannya dapat menguasai beberpa daerah yang dikuasi Turki Usmani seperti Tabriz, Sirwan, dan Baghdad (1602 M). Kemudian tahun 1622 M dapat menguasai kepulauan Hurmuz, dan mengubah pelabuhan Gumrun menjadi pelabuhan Bandar Abbas, sehingga jalur perdagangan antara Timur dan Barat yang biasa diperebutkan oleh Belanda, Inggris dan Perancis dapat dikusainya.Kemajuan Sapawi bukan hanya bidang politik saja tetapi juga dalam bidang ilmu pengetahuan, Pada masanya lahir beberapa ilmuwan antara lain Bahauddin al Syaeraji, generalis ilmu pengetahuan, Sadaruddin al Syaeroji, seorang filosof, dan Muhammad Baqir Ibnu Muhammad Damad, seorang filosop, ahli sejarah, teolog dan seorang yang pernah mengadakan obesrvasi mengenai kehidupan lebah.Bidang fisik dan seni, para penguasa Safawi telah berhasil membangun Isfahan, Ibukota kerajaan menjadi kota yang sangat indah. Dibangun pula mesjid-mesjid, rumah sakit-rumah sakit, sekolah-sekolah, jembatan raksasa diatas zende Rud, dan istana Chihil Sutun. Unsur seni terlihat juga misalnya dalam bentuk kerajinan tangan seperti keramik, karpet, pakaian dan tenun, mode, tembikar dan lain-lain.Sepeninggal Abbas I kerajaan Safawi berturut-turut diperintah oleh enam raja, yaitu Safi Mirza (1628-1642), Abbas II (1642-1667), Sulaiman (1667-1694), Husein (1694-1722), Tahmasp II (1722-1732), dan Abbas III (1733-1736). Pada masa raja-raja tersebut kondisi kerajaan Safawi semakin lama semakin menurun yang pada akhirnya membawa kepada kehancurannya. Safi Mirza adalah seorang yang pencemburu dan kejam terhadap pembesar-pembesar kerajaan. Abbas II adalah raja yang suka mabuk minuman keras. Sulaiman selain pecandu narkotika juga menyenangi kehidupan malam beserta harem herem nya.Sedangkan Husein adalah seorang raja yang sangat diskriminatif, terlalu berpihak kepada kaum Syi’ah dan Kejam terhadap penganut Sunni.Itulah antara lain yang menjadi faktor keruntuhan Kerajaan safawi. Faktor lain adalah konplik yang berkepanjangan dengan kerajaan Usmani, dekadensi moral dikalangan pembesar-pembesart kerajaan, dan juga konplik interen di kalangan mereka dalam rangka memperebutkan kekuasaan.
3. Kerajan Mughal di India
Kerajaan Mughal letaknya di India dan Delhi sebagai Ibukotanya. Berdiri seperempat abad sesudah berdirinya kerajaan safawi. Didirikan oleh Zahiruddin Babur (1482-1530 M), salahsatu dari cucu Timur Lenk. Ia bertekad ingin menguasai Samarkhan yang menjadi kota penting di Asia Tengah pada masa itu. Maka pada tahun 1494 ia berhasil menaklukkannya berkat bantuan raja Ismail I, raja safawi. Pada tahun 1504 M ia juga dapat menaklukkan Kabul, ibukota Afganistan. Kerajaan-kerajaan Hindu di India juga dapat ditaklukkannya.Babur meningal pada tahun 1530 M. diagnti oleh anaknya Humayun.(1530-1556 M) dapat menggabungkan Malwa dan Gujarat ke daerah-daerah yang telah dikuasainya. Humayun meninggal karena terjatuh di tangga perpustakaannya (1556 M) , diganti oleh anaknya, Akbar.Akbar (1556-1606 M) dapat menaklukkan raja-raja India yang masih ada pada waktu itu, dan juga Bengal. Dalam soal agama, Akbar mempunyai pendapat yang libral dan ingin menyatukan semua agama dalam satu bentuk agama baru yang diberi nama Din Ilahi. Akbar juga menerapkan politik Sulakhul (toleransi Universal) , sehingg semua rakyat dipandangnya sama, tidak dibedakan karena perbedaan etnis dan agama. Sultan-sultan yang besar setelah Akbar antara lain Jehangir (1605-1627 M) dengan permaisurinya Nur Jehan, Syah Jehan (1628-1658 M) dan Aurangzeb (1659-1707 M). Sesudah Aurangzeb adalah Sultan-sultan yang lemah yang tidak dapat mempertahankan kelanjutan kerajaan MughalBeberapa kemajuan kerajaan Mughal antara lain dalam bidang pertanian, yaitu berupa biji-bijian, padi, kacang, tebu, sayuran, rempah-rempah, tembakau, kapas, nila dan bahan-bahan celupan.Hasil karya seni kerajaan Mughal yang masih dapat dinikmati sampai saat ini adalah karya-karya arsitektur yang indah dan mengagumkan misalnya bangunan Masjid berlapiskan mutiara, dan Tajmahal di Agra, Mesjid Raya Delhi dan Istana indah di Lahore.Selain kemajuan-kemajuan yang dicapai oleh kerajaan Mughal, ada beberapa faktor kelemahannya yang menyebabkan kehancurannya pada tahun1858 antara lain:
a. Terjadi stagnasi dalam pembinaan kemiliteran sehingga tidak bisa memantaugerak langkah tentara Inggris di wilayah-wilayah pantai. Begitu pula kekuatanpasukan daratnya semakin kurang handal, teruatama dalam mengoperasikapersenjataan buatannya sendiri.
b. Dekadensi moral dan hidup mewah di kalangan pembesar kerajaan yangmengakibatkan pemborosan dalam penggunaan uang.
c. Terlampau kasarnya sikap Aurangzeb dalam melaksanakan ide-idenya yangmenyebabkan terjadinya konplik antara agama, misalnya aliran Syikh, Syi’ahdan sunni.
d. Semua pewaris tahta kerajaan pada paro terakhir kekuasaan Mughal adalahorang-orang yang lemah dalam bidang kepemimpinan
Sabtu, 24 Mei 2008
Sarah Istri yang setia
Sarah:Istri yang Setia
Allah Swt,menyebutkan kisah Sarah dalam dua surah Al-Quran,yaitu Surah Hud (11) ayat 69-73 dan Surah Al-Dzariyat (51) ayat 24-30.Sarah adalah wanita salihah yang setia mendampingi suaminya,Ibrahim a.s.Mari kita simak kisah Sarah yang terdapat dalam dua surah Al-Quran tersebut.Dan,sesungguhnya utusan-utusan kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa berita gembira.Mereka mengucapkan ,”Selamat!”Ibrahim menjawab,”Selamatlah!”Tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka,taktala melihat mereka tidak menjamahnya,Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada merekaMalaikat itu berkata,”Jangan kamu takut! Sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.”Sementara itu,istrinya berdiri (disampingnya) lalu dia tersenyum. Maka,Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan sesudah Ishaq lahir pula Yaqub.Istrinya berkata, “Sungguh mengherankan! Apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula?Ini benar-benar suatu yang sangat aneh!”Para malaikat berkata,”Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah?(Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu,hai Ahli Bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”(QS Hud (11):69-73) Sudahkah kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat)yang dimuliakan?(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan,”Salam!” Ibrahim menjawab,”Salam!” (Kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.Maka,dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya.Kemudian,dibawanya daging sapi gemuk (yang dibakar). Lalu, dihidangkannya kepada mereka.Ibrahim berkata,”Silakan kamu makan!”(Tetapi,mereka tidak mau makan).Karena itu,Ibrahim merasa takut terhadap mereka.Mereka berkata ,”Janganlah kamu takut!” Dan,mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang pintar (Ishaq).Kemudian, istrinya dating memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata,”(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.”Mereka berkata,”Demikianlah Tuhanmu memfirmankan,’Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”(QS Al-Dzariat (51):24-30)Dalam surah lain,masih tentang Ibrahim dan Sarah,Allah Taala berfirman:Dan,kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.Ketika mereka masuk ke tempatnya,mereka mengucapkan,”Salam!”Ibrahim berkata,”Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu.”Mereka berkata,”Janganlah kamu merasa takut.Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.”Ibrahim berkata,”Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku,padahal usiaku telah lanjut.Dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”Mereka berkata,”Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan gembira.Janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.”Ibrahim berkata,”Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.”(QS Al-Hijr (15):51-56)
Allah Swt,menyebutkan kisah Sarah dalam dua surah Al-Quran,yaitu Surah Hud (11) ayat 69-73 dan Surah Al-Dzariyat (51) ayat 24-30.Sarah adalah wanita salihah yang setia mendampingi suaminya,Ibrahim a.s.Mari kita simak kisah Sarah yang terdapat dalam dua surah Al-Quran tersebut.Dan,sesungguhnya utusan-utusan kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa berita gembira.Mereka mengucapkan ,”Selamat!”Ibrahim menjawab,”Selamatlah!”Tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang. Maka,taktala melihat mereka tidak menjamahnya,Ibrahim memandang aneh perbuatan mereka dan merasa takut kepada merekaMalaikat itu berkata,”Jangan kamu takut! Sesungguhnya kami adalah (malaikat-malaikat) yang diutus kepada kaum Luth.”Sementara itu,istrinya berdiri (disampingnya) lalu dia tersenyum. Maka,Kami sampaikan kepadanya berita gembira tentang (kelahiran) Ishaq dan sesudah Ishaq lahir pula Yaqub.Istrinya berkata, “Sungguh mengherankan! Apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua dan suamiku pun dalam keadaan yang sudah tua pula?Ini benar-benar suatu yang sangat aneh!”Para malaikat berkata,”Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah?(Itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya dicurahkan atas kamu,hai Ahli Bait! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”(QS Hud (11):69-73) Sudahkah kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim (malaikat-malaikat)yang dimuliakan?(Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya lalu mengucapkan,”Salam!” Ibrahim menjawab,”Salam!” (Kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal.Maka,dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya.Kemudian,dibawanya daging sapi gemuk (yang dibakar). Lalu, dihidangkannya kepada mereka.Ibrahim berkata,”Silakan kamu makan!”(Tetapi,mereka tidak mau makan).Karena itu,Ibrahim merasa takut terhadap mereka.Mereka berkata ,”Janganlah kamu takut!” Dan,mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang pintar (Ishaq).Kemudian, istrinya dating memekik (tercengang) lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata,”(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.”Mereka berkata,”Demikianlah Tuhanmu memfirmankan,’Sesungguhnya Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.”(QS Al-Dzariat (51):24-30)Dalam surah lain,masih tentang Ibrahim dan Sarah,Allah Taala berfirman:Dan,kabarkanlah kepada mereka tentang tamu-tamu Ibrahim.Ketika mereka masuk ke tempatnya,mereka mengucapkan,”Salam!”Ibrahim berkata,”Sesungguhnya kami merasa takut kepadamu.”Mereka berkata,”Janganlah kamu merasa takut.Sesungguhnya kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran seorang) anak laki-laki (yang akan menjadi) orang yang alim.”Ibrahim berkata,”Apakah kamu memberi kabar gembira kepadaku,padahal usiaku telah lanjut.Dengan cara bagaimanakah (terlaksananya) berita gembira yang kamu kabarkan ini?”Mereka berkata,”Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan gembira.Janganlah kamu termasuk orang-orang yang berputus asa.”Ibrahim berkata,”Tidak ada yang berputus asa dari rahmat Tuhannya kecuali orang-orang yang sesat.”(QS Al-Hijr (15):51-56)
Sabat
kisah islami
Munkar Nakir dalam kubur
Munkar Nakir dalam kubur
Disebutkan dalam hadis bahwa setelah jenazah dikuburkan dan pengantarnya sudah kembali ke rumahnya masing-masing, maka dua Malaikat Munkar dan Nakir mendatangi mayat. Terhadap mayat yang taat dan taqwa kepada Allah swt, Munkar dan Nakir mendatanginya 7 kali dalam 7 hari berturut-turut. Pada hari ke 7, jika si mayat tetap masih dapat menjawab dengan benar, maka Malaikat mengucapkan : “Selamat bagimu”. Kemudian Allah swt. memerintahkan kepada Munkar dan Nakir melapangkan kubur si mayat serta menggelarkan alas dan memberikan pakaian dari Surga. Sebelum meninggalkannya, Munkar dan Nakir membukakan lubang disisi kepala si Mayat, dari lubang tersebut si mayat dapat melihat pemukimannya atau tempatnya di Surga.Jika si mayat orang yang durhaka kepada Allah swt, maka Malaikat Munkar dan Nakir mendatanginya sebanyak 40 kali dalam 40 hari berturut-turut. Pada hari ke 40, jika si mayat tetap tidak dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, Munkar dan Nakir meninggalkannya dengan penghinaan : “Tetaplah kamu dalam siksa kubur sampai hari kebangkitan tiba”. Lalu atas izin Allah swt, Munkar dan Nakir membukakan lubang di sisi kepala mayat dari sekian banyak lubang-lubang Neraka, maka berhembuslah panas Neraka yang sangat dahsyat kepadanya
Disebutkan dalam hadis bahwa setelah jenazah dikuburkan dan pengantarnya sudah kembali ke rumahnya masing-masing, maka dua Malaikat Munkar dan Nakir mendatangi mayat. Terhadap mayat yang taat dan taqwa kepada Allah swt, Munkar dan Nakir mendatanginya 7 kali dalam 7 hari berturut-turut. Pada hari ke 7, jika si mayat tetap masih dapat menjawab dengan benar, maka Malaikat mengucapkan : “Selamat bagimu”. Kemudian Allah swt. memerintahkan kepada Munkar dan Nakir melapangkan kubur si mayat serta menggelarkan alas dan memberikan pakaian dari Surga. Sebelum meninggalkannya, Munkar dan Nakir membukakan lubang disisi kepala si Mayat, dari lubang tersebut si mayat dapat melihat pemukimannya atau tempatnya di Surga.Jika si mayat orang yang durhaka kepada Allah swt, maka Malaikat Munkar dan Nakir mendatanginya sebanyak 40 kali dalam 40 hari berturut-turut. Pada hari ke 40, jika si mayat tetap tidak dapat menjawab seluruh pertanyaan dengan benar, Munkar dan Nakir meninggalkannya dengan penghinaan : “Tetaplah kamu dalam siksa kubur sampai hari kebangkitan tiba”. Lalu atas izin Allah swt, Munkar dan Nakir membukakan lubang di sisi kepala mayat dari sekian banyak lubang-lubang Neraka, maka berhembuslah panas Neraka yang sangat dahsyat kepadanya
Sabat
artikel islami
Gelar Khalilullah Nabi Ibrahim
GELAR KHALILULLAH BAGI NABI IBRAHIM A.S.
Oleh: "Saefudin Jaza“
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dariapa orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama nabi Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (Q.S. An-Nisa : 125)Nabi Ibrahim mendapat gelar khalilullah yang artinya kekasih Allah. Predikat ini bukan bikinan atau keinginan manusia apalagi permintaan Nabi Ibrahim sendiri. Tetapi langsung Allahlah yang menganugrahkanya seperti yang tercantum dalam ayat Al-Quran di atas.Sebagai kekasih Allah tentu saja Ia (Allah) sangat sayang kepadanya; Sangat dekat dan do’anya selalu dikabulkan. Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 124 s.d.129 menggambarkan betapa Allah memenuhi segala do’a yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim a.s. antara lain: Keturunannya banyak yang menjadi nabi dan rasul termasuk Nabi Muhammad saw. ; Tanah Mekah menjadi negeri yang aman, tentram dan sejahtera dikunjungi oleh jutaan manusia setiap tahun ; Perjalanan hidupnya dijadikan sebagai manasik haji, dan hingga kini seluruh umat Islam senantiasa membacakan shalawat setiap hari kepadanya di dalam setiap shalatnya bersamaan dengan shalawat kepada nabi Muhammad saw.Nabi Ibrahim mendapat gelar khalilullah tentunya berkat usaha dan kesungguhnyanya dalam menegakkan syaria’at Allah dan pengabdiannya yang tak terhingga sebagai seorang rasul meskipun banyak tantangan dan rintangan yang ia alami. Di dalam kitab Nashaihul ibad diceritakan bahwa ada tiga hal yang menyebabkan Nabi Ibrahim mendapat gelar “Khalilullah” yaitu:Pertama , Beliau selalu mengutamakan perintah Allah di atas perintah-perintah selainNya termasuk perintah akal dan perasaannya. Artinya Beliau a.s. selalu “sami’na wa atha’na “ (patuh dan ta’at) tanpa pikir-pikir dalam melaksanakan perintah-Nya meskipun perintah tersebut dirasakan sangat bertentangan dengan akal dan perasaannya. Tetapi karena perintah itu sudah jelas dari Allah, ia pasrah kepada kehendakNya. Contoh bagaimana Beliau a.s. telah merelakan putranya Ismail untuk disembelih karena atas perintah Allah. Kecintaan kepada Allah mengalahkan kecintaan kepada putranya, Ismail. Nilai inilah yang terus menerus diwariskan dan ditanamkan kepada anak keturunannya termasuk kita umat Islam. Allah telah mengingatkan di dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 24 jika kita lebih mencintai dan lebih mengutamakan selain Allah dan rasulNya, “ tunggu apa yang akan terjadi !”Kedua, Beliau tidak pernah resah dan khawatir terhadap segala sesuatu yang telah ditanggung oleh Allah, misalnya masalah rizqi, keamanan, kematian, jodoh dan sebagainya. Sebab itu, beliau dengan tenang hati meninggalkan istri dan putranya Ismail yang masih bayi di tengah-tengah padang pasir yang masih ganas, karena Beliau harus memenuhi panggilan Allah Swt. Demikian pula beliau tidak khawatir terhadap keselematan dirinya ketika Beliau dilemparkan kedalam gunung api oleh raja Namrud. Beliau yakin jika ia menolong Allah, pasti Allah akan menolongnya (Q.S. Muhammad: 7)Ketiga, Beliau tidak akan makan kecuali secara berjama’ah. Ada sebuah riwayat bahwa jika Beliau mau makan suka berjalan sepanjang satu hingga dua mil untuk mencari teman makan. Betapa pentingnya nilai berjama’ah, jangankan shalat fardhu, makan saja sebaiknya selalu berjama’ah. Nilai inipun diwariskan kepada kita, umat nabi Muhammad Saw. Di dalam salahsatu haditsnya belilau menyatakan bahwa shalat berjama’ah lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan shalat sendirian. Perbandingannya adalah 27: 1. Rasulullah sendiri telah mencontohkan bahwa sepanjang hayatnya tidak pernah shalat maktubah lima waktu dilakukan sendirian, terkecuali menyelang wafatnya karena sudah tidak kuat lagi ke masjid. Wallahu a”lam.
Oleh: "Saefudin Jaza“
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dariapa orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama nabi Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya.” (Q.S. An-Nisa : 125)Nabi Ibrahim mendapat gelar khalilullah yang artinya kekasih Allah. Predikat ini bukan bikinan atau keinginan manusia apalagi permintaan Nabi Ibrahim sendiri. Tetapi langsung Allahlah yang menganugrahkanya seperti yang tercantum dalam ayat Al-Quran di atas.Sebagai kekasih Allah tentu saja Ia (Allah) sangat sayang kepadanya; Sangat dekat dan do’anya selalu dikabulkan. Al-Quran surat Al-Baqarah ayat 124 s.d.129 menggambarkan betapa Allah memenuhi segala do’a yang disampaikan oleh Nabi Ibrahim a.s. antara lain: Keturunannya banyak yang menjadi nabi dan rasul termasuk Nabi Muhammad saw. ; Tanah Mekah menjadi negeri yang aman, tentram dan sejahtera dikunjungi oleh jutaan manusia setiap tahun ; Perjalanan hidupnya dijadikan sebagai manasik haji, dan hingga kini seluruh umat Islam senantiasa membacakan shalawat setiap hari kepadanya di dalam setiap shalatnya bersamaan dengan shalawat kepada nabi Muhammad saw.Nabi Ibrahim mendapat gelar khalilullah tentunya berkat usaha dan kesungguhnyanya dalam menegakkan syaria’at Allah dan pengabdiannya yang tak terhingga sebagai seorang rasul meskipun banyak tantangan dan rintangan yang ia alami. Di dalam kitab Nashaihul ibad diceritakan bahwa ada tiga hal yang menyebabkan Nabi Ibrahim mendapat gelar “Khalilullah” yaitu:Pertama , Beliau selalu mengutamakan perintah Allah di atas perintah-perintah selainNya termasuk perintah akal dan perasaannya. Artinya Beliau a.s. selalu “sami’na wa atha’na “ (patuh dan ta’at) tanpa pikir-pikir dalam melaksanakan perintah-Nya meskipun perintah tersebut dirasakan sangat bertentangan dengan akal dan perasaannya. Tetapi karena perintah itu sudah jelas dari Allah, ia pasrah kepada kehendakNya. Contoh bagaimana Beliau a.s. telah merelakan putranya Ismail untuk disembelih karena atas perintah Allah. Kecintaan kepada Allah mengalahkan kecintaan kepada putranya, Ismail. Nilai inilah yang terus menerus diwariskan dan ditanamkan kepada anak keturunannya termasuk kita umat Islam. Allah telah mengingatkan di dalam Al-Quran surat At-Taubah ayat 24 jika kita lebih mencintai dan lebih mengutamakan selain Allah dan rasulNya, “ tunggu apa yang akan terjadi !”Kedua, Beliau tidak pernah resah dan khawatir terhadap segala sesuatu yang telah ditanggung oleh Allah, misalnya masalah rizqi, keamanan, kematian, jodoh dan sebagainya. Sebab itu, beliau dengan tenang hati meninggalkan istri dan putranya Ismail yang masih bayi di tengah-tengah padang pasir yang masih ganas, karena Beliau harus memenuhi panggilan Allah Swt. Demikian pula beliau tidak khawatir terhadap keselematan dirinya ketika Beliau dilemparkan kedalam gunung api oleh raja Namrud. Beliau yakin jika ia menolong Allah, pasti Allah akan menolongnya (Q.S. Muhammad: 7)Ketiga, Beliau tidak akan makan kecuali secara berjama’ah. Ada sebuah riwayat bahwa jika Beliau mau makan suka berjalan sepanjang satu hingga dua mil untuk mencari teman makan. Betapa pentingnya nilai berjama’ah, jangankan shalat fardhu, makan saja sebaiknya selalu berjama’ah. Nilai inipun diwariskan kepada kita, umat nabi Muhammad Saw. Di dalam salahsatu haditsnya belilau menyatakan bahwa shalat berjama’ah lebih tinggi nilainya dibandingkan dengan shalat sendirian. Perbandingannya adalah 27: 1. Rasulullah sendiri telah mencontohkan bahwa sepanjang hayatnya tidak pernah shalat maktubah lima waktu dilakukan sendirian, terkecuali menyelang wafatnya karena sudah tidak kuat lagi ke masjid. Wallahu a”lam.
Sabat
artikel islami
Rasulullah rasul terakhir
Bukti kesempurnaan Al-Qur'an
Akhir-akhir ini umat Islam khususnya di Indonesia dikejutkan oleh pemberitaan di berbagai media masa tentang timbulnya berbagai paham aliran agama dan sosok pribadi yang mengaku menjadi nabi atau rasul Allah. Mulai dari Sosok Mirza Gulam Ahmad yang diakui nabi atau rasul bagi kelompok Ahmadiyah, Lia Aminuddin yang mengklaim dirinya sebagai nabi atau rasul yang menerima wahyu dari Allah, kemudian yang masih hangat adalah aliran Alqiyadah Al Islamiyah yang membai’at Ahmad Mushaddeq alias Haji salam sebagai rasul baru.Tiga aliran di atas telah ditetapkan oleh Fatwa Majlis Ulama Indonesia sebagai aliran Islam yang sesat, sebab sudah menyimpang jauh dari aqidah Islam yang sebenarnya. Aqidah Islam yang paling pokok berlandaskan kepada dua kalimat syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Syahadat tauhid adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan syahadat rasul adalah pengakuan bahwa Muhammad saw. adalah nabi dan rasul Allah. Penyimpangan tiga aliran di atas tentu dalam syahadat rasulnya. Mereka menggeser eksistensi nabi Muhammad saw. dengan nabi atau rasul-rasul baru yang mereka yakini. Lebih dari itu, para nabi dan rasul mereka juga mengklaim menerima wahyu dari Allah yang tentunya juga menggeser eksistensi Al Quran sebagai kitab suci umat Islam.Perkataan “nabi” dari segi bahasa berasal dari bahasa arab yang artinya “pembawa khabar / berita. Sedangkan “rasul” juga dari bahasa arab yang artinya “utusan”. Berdasarkan pengertian ini mungkin semua orang bisa menjadi nabi atau rasul. Namun berdasarkan pengertian istilah hukum Islam, nabi atau rasul adalah jabatan pemberian Ilahi terhadap orang-orang pilihan-Nya. Mereka dipercaya untuk menerima wahyu daripadaNya untuk diri mereka sendiri dan juga untuk umat manusia.Ada perbedaan antara nabi dan rasul. Menurut sebagian ulama adalah terletak pada ada tidaknya tanggung jawab untuk menyampaikan kembali risalah kepada umat manusia. Seorang nabi menerima wahyu hanya sebatas untuk dirinya sendiri, sedangkan seorang rasul menerima wahyu atau risalah selain untuk dirinya sendiri juga ada tanggung jawab untuk menyampaikan kepada umatnya. Jelas, setiap Rasul pasti nabi, tetapi tidak demikin sebaliknya.Menurut Imam Baidhawi, Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari’at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syari’at rasul-rasul sebelumnya. Sebagai contoh bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. Tetapi nabi Harun hanyalah nabi, sebab ia tidak diberikan syari’at yang baru. Ia hanya melanjutkan atau membantu menyebarkan syari’at yang dibawa nabi Musa AS.Mengenai identitas rasul dapat dibaca dalam Q.S. Al Anbiya ayat 7 dan al-Mukmin 78 yang artinya:“ Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui.” (Q.S. al Anbiya: 7)"Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah dari Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil."(QS. Al-Mu'min : 78)Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa rasul-rasul yang pernah diutus oleh Allah adalah mereka dari golongan laki-laki, tidak pernah ada rasul berjenis perempuan. Jumlah rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad Saw. sebenarnya sangat banyak. Ada yang diceritakan kisahnya di dalam Al-Qur'an dan ada yang tidak. Hadits riwayat Imam Ahmad di bawah ini menjelaskan tentang jumlah nabi dan rasul:"Dari Abu Dzar ia berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah : berapa jumlah para nabi? Beliau menjawab: Jumlah para Nabi sebanyak 124.000 orang dan di antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang suatu jumlah yang besar." (H.R. Ahmad)Berdasarkan hadits di atas jumlah nabi dan rasul ada 124.000 orang, diantaranya ada 315 orang yang diangkat Allah menjadi rasul. Diantara 315 orang nabi dan rasul itu, ada 25 orang yang nama dan sejarahnya tercantum dalam Al Quran dan mereka inilah yang wajib diketahui oleh umat Islam.Umat Islam hingga kini mengimani bahwa dari jumlah yang dua puluh lima tersebut, nabi Adam as. adalah nabi dan rasul Allah yang pertama. Sedangkan Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah ke muka bumi ini. Tidak akan ada lagi nabi atau rasul sesudah beliau saw. Hal ini merupakan keyakinan umat Islam yang sangat prinsip dan telah disepakati oleh seluruh ulama mutaqaddimin dan muta akh-khirin yang didasarkan kepada dalil naqli yang qath’i (pasti) dan dalil ‘aqli yang logis. Al-Quran surat Al Ahzab ayat 40 menegaskan bahwa Muhammad adalah “Khatamin nabiyyin” yang artinya penutup para nabi: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah maha mengetahui terhadap segala sesuatu. (Q.S. Al Ahzab: 40)Dalam hadits Mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik: “Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul sesudahku. ( H.R. Ahmad bin Hambal)Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Ahmad Ibnu Hibban dari Abi Hurairah: “Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku ádalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah; Diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang dipersiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya: “Mengapa engkau belum memasang batu bata itu ?”Nabipun berkata: “ Sayalah batu bata (terakhir) –sebagai penyempurna – itu, dan sayalah penutup para nabi.” <>Setelah nabi Muhammad menyebarkan da’wahnya selama kurang lebih 23 tahun dan Al-Quran telah sempurna diterimanya dari Allah, maka Allah menyampaikan maklumatNya yang sangat monumental, tertuang dalam Q.S. Al Maidah ayat 3 yang artinya:“Pada hari ini Kusempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah kucukupkan ni’matKu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama buat kamu.” (Q.S. Al Maidah : 3)Ayat di atas adalah wahyu Allah yang terakhir diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. Yang mengisyaratkan bahwa, Islam telah sempurna sebagai agama yang diridhaiNya dan bersumberkan dari wahyuNya. Artinya tidak perlu lagi ada tambahan atau pengurangan yang menggambarkan ketidaksempurna annya.Ayat tersebut juga menggambarkan bahwa pada saat itu tidak akan lama lagi nabi Muhammad saw. akan mengakhiri tugasnya sebagai pembawa risalah atau penyampai wahyu kepada umat manusia.Terbukti bahwa tidak lama setelah turunnya wahyu tersebut nabi Muhammad dipanggil oleh Allah. Seluruh hidup dan kehidupannya baik ucapan, perbuatan ataupun ketetapannya merupakan rujukan bagi umat Islam. Beliau adalah “Quran yang berjalan.” Beliau telah mewariskan dua pusaka bagi kita untuk dijadikan pedoman, yaitu Al Quran dan Sunahnya. Jika kita berpegang teguh kepada keduanya, maka kita tidak akan tersesat selama-lamanya sebagaimana dijelaskan dalam haditsnya:”Dua hal telah aku tinggalkan pada kalian, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara itu ialah Al Quran dan Sunah nabi. (H.R. Imam Malik)Cukuplah bagi umat Islam untuk menjadikan Al Quran dan sunah sebagai pembimbingnya. Tak ada satupun persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan Al Quran dan Sunah . Dengan demikian, jika ada lagi nabi setelah nabi Muhammad berarti wahyu Allah akan turun lagi dan akan ada lagi serentetan hadits dari nabi atau rasul yang baru tersebut. Ini berarti menunjukkan ketidak sempurnaan ajaran Allah, ketidak validan Al Quran, dan ketidak lengkapan atau kelemahan sunah nabi. Sungguh ini suatu hal yang sangat mustahil dan sangat bertentangan dengan pernyataan Allah dan Rasulullah. Dalam hal ini Syaikh Jamaluddin Muhammad Al Anshari dalam bukunya “ Lisanul Arab” mengatakan: “Merujuk kepada Al Quran dan hadits mutawatir, kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah nabi Muhammad saw. atau ada orang yang mengaku menjadi nabi atau rasul maka mereka telah sesat dan kafir.”Lima belas abad yang lalu Rasulullah Saw. telah mengingatkan dalam haditsnya: “Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
Akhir-akhir ini umat Islam khususnya di Indonesia dikejutkan oleh pemberitaan di berbagai media masa tentang timbulnya berbagai paham aliran agama dan sosok pribadi yang mengaku menjadi nabi atau rasul Allah. Mulai dari Sosok Mirza Gulam Ahmad yang diakui nabi atau rasul bagi kelompok Ahmadiyah, Lia Aminuddin yang mengklaim dirinya sebagai nabi atau rasul yang menerima wahyu dari Allah, kemudian yang masih hangat adalah aliran Alqiyadah Al Islamiyah yang membai’at Ahmad Mushaddeq alias Haji salam sebagai rasul baru.Tiga aliran di atas telah ditetapkan oleh Fatwa Majlis Ulama Indonesia sebagai aliran Islam yang sesat, sebab sudah menyimpang jauh dari aqidah Islam yang sebenarnya. Aqidah Islam yang paling pokok berlandaskan kepada dua kalimat syahadat, yaitu syahadat tauhid dan syahadat rasul. Syahadat tauhid adalah pengakuan bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan syahadat rasul adalah pengakuan bahwa Muhammad saw. adalah nabi dan rasul Allah. Penyimpangan tiga aliran di atas tentu dalam syahadat rasulnya. Mereka menggeser eksistensi nabi Muhammad saw. dengan nabi atau rasul-rasul baru yang mereka yakini. Lebih dari itu, para nabi dan rasul mereka juga mengklaim menerima wahyu dari Allah yang tentunya juga menggeser eksistensi Al Quran sebagai kitab suci umat Islam.Perkataan “nabi” dari segi bahasa berasal dari bahasa arab yang artinya “pembawa khabar / berita. Sedangkan “rasul” juga dari bahasa arab yang artinya “utusan”. Berdasarkan pengertian ini mungkin semua orang bisa menjadi nabi atau rasul. Namun berdasarkan pengertian istilah hukum Islam, nabi atau rasul adalah jabatan pemberian Ilahi terhadap orang-orang pilihan-Nya. Mereka dipercaya untuk menerima wahyu daripadaNya untuk diri mereka sendiri dan juga untuk umat manusia.Ada perbedaan antara nabi dan rasul. Menurut sebagian ulama adalah terletak pada ada tidaknya tanggung jawab untuk menyampaikan kembali risalah kepada umat manusia. Seorang nabi menerima wahyu hanya sebatas untuk dirinya sendiri, sedangkan seorang rasul menerima wahyu atau risalah selain untuk dirinya sendiri juga ada tanggung jawab untuk menyampaikan kepada umatnya. Jelas, setiap Rasul pasti nabi, tetapi tidak demikin sebaliknya.Menurut Imam Baidhawi, Rasul adalah orang yang diutus Allah dengan syari’at yang baru untuk menyeru manusia kepadaNya. Sedangkan nabi adalah orang yang diutus Allah untuk menetapkan (menjalankan) syari’at rasul-rasul sebelumnya. Sebagai contoh bahwa nabi Musa adalah nabi sekaligus rasul. Tetapi nabi Harun hanyalah nabi, sebab ia tidak diberikan syari’at yang baru. Ia hanya melanjutkan atau membantu menyebarkan syari’at yang dibawa nabi Musa AS.Mengenai identitas rasul dapat dibaca dalam Q.S. Al Anbiya ayat 7 dan al-Mukmin 78 yang artinya:“ Kami tiada mengutus rasul-rasul sebelum kamu (Muhammad) melainkan beberapa orang laki-laki yang kami beri wahyu kepada mereka, maka tanyakanlah olehmu kepada orang-orang yang berilmu jika kamu tiada mengetahui.” (Q.S. al Anbiya: 7)"Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang Rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang Kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada pula yang tidak Kami ceritakan kepadamu. Tidak dapat bagi seorang Rasul membawa suatu mukjizat, melainkan dengan seizin Allah; maka apabila telah datang perintah dari Allah, diputuskan (semua perkara) dengan adil. Dan ketika itu rugilah orang-orang yang berpegang kepada yang batil."(QS. Al-Mu'min : 78)Dari ayat-ayat di atas dapat disimpulkan bahwa rasul-rasul yang pernah diutus oleh Allah adalah mereka dari golongan laki-laki, tidak pernah ada rasul berjenis perempuan. Jumlah rasul yang diutus sebelum Nabi Muhammad Saw. sebenarnya sangat banyak. Ada yang diceritakan kisahnya di dalam Al-Qur'an dan ada yang tidak. Hadits riwayat Imam Ahmad di bawah ini menjelaskan tentang jumlah nabi dan rasul:"Dari Abu Dzar ia berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah : berapa jumlah para nabi? Beliau menjawab: Jumlah para Nabi sebanyak 124.000 orang dan di antara mereka yang termasuk rasul sebanyak 315 orang suatu jumlah yang besar." (H.R. Ahmad)Berdasarkan hadits di atas jumlah nabi dan rasul ada 124.000 orang, diantaranya ada 315 orang yang diangkat Allah menjadi rasul. Diantara 315 orang nabi dan rasul itu, ada 25 orang yang nama dan sejarahnya tercantum dalam Al Quran dan mereka inilah yang wajib diketahui oleh umat Islam.Umat Islam hingga kini mengimani bahwa dari jumlah yang dua puluh lima tersebut, nabi Adam as. adalah nabi dan rasul Allah yang pertama. Sedangkan Nabi Muhammad adalah nabi dan rasul terakhir yang diutus oleh Allah ke muka bumi ini. Tidak akan ada lagi nabi atau rasul sesudah beliau saw. Hal ini merupakan keyakinan umat Islam yang sangat prinsip dan telah disepakati oleh seluruh ulama mutaqaddimin dan muta akh-khirin yang didasarkan kepada dalil naqli yang qath’i (pasti) dan dalil ‘aqli yang logis. Al-Quran surat Al Ahzab ayat 40 menegaskan bahwa Muhammad adalah “Khatamin nabiyyin” yang artinya penutup para nabi: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki diantara kamu, tetapi dia adalah rasulullah dan penutup para nabi. Dan adalah Allah maha mengetahui terhadap segala sesuatu. (Q.S. Al Ahzab: 40)Dalam hadits Mutawatir yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hambal dari Anas bin Malik: “Sesungguhnya risalah kenabian itu telah habis. Maka tidak ada nabi dan rasul sesudahku. ( H.R. Ahmad bin Hambal)Dalam hadits yang diriwayatkan oleh imam Bukhari dan Ahmad Ibnu Hibban dari Abi Hurairah: “Sesungguhnya perumpamaan diriku dengan nabi-nabi sebelumku ádalah sama dengan seseorang yang membuat sebuah rumah; Diperindah dan diperbagusnya (serta diselesaikan segala sesuatunya) kecuali tempat (yang dipersiapkan) untuk sebuah batu bata di sudut rumah itu. Orang-orang yang mengelilingi rumah itu mengaguminya, tetapi bertanya: “Mengapa engkau belum memasang batu bata itu ?”Nabipun berkata: “ Sayalah batu bata (terakhir) –sebagai penyempurna – itu, dan sayalah penutup para nabi.” <>Setelah nabi Muhammad menyebarkan da’wahnya selama kurang lebih 23 tahun dan Al-Quran telah sempurna diterimanya dari Allah, maka Allah menyampaikan maklumatNya yang sangat monumental, tertuang dalam Q.S. Al Maidah ayat 3 yang artinya:“Pada hari ini Kusempurnakan untuk kamu agama kamu, dan telah kucukupkan ni’matKu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama buat kamu.” (Q.S. Al Maidah : 3)Ayat di atas adalah wahyu Allah yang terakhir diturunkan kepada nabi Muhammad Saw. Yang mengisyaratkan bahwa, Islam telah sempurna sebagai agama yang diridhaiNya dan bersumberkan dari wahyuNya. Artinya tidak perlu lagi ada tambahan atau pengurangan yang menggambarkan ketidaksempurna annya.Ayat tersebut juga menggambarkan bahwa pada saat itu tidak akan lama lagi nabi Muhammad saw. akan mengakhiri tugasnya sebagai pembawa risalah atau penyampai wahyu kepada umat manusia.Terbukti bahwa tidak lama setelah turunnya wahyu tersebut nabi Muhammad dipanggil oleh Allah. Seluruh hidup dan kehidupannya baik ucapan, perbuatan ataupun ketetapannya merupakan rujukan bagi umat Islam. Beliau adalah “Quran yang berjalan.” Beliau telah mewariskan dua pusaka bagi kita untuk dijadikan pedoman, yaitu Al Quran dan Sunahnya. Jika kita berpegang teguh kepada keduanya, maka kita tidak akan tersesat selama-lamanya sebagaimana dijelaskan dalam haditsnya:”Dua hal telah aku tinggalkan pada kalian, jika kalian berpegang teguh kepada keduanya, maka kalian tidak akan tersesat selama-lamanya. Dua perkara itu ialah Al Quran dan Sunah nabi. (H.R. Imam Malik)Cukuplah bagi umat Islam untuk menjadikan Al Quran dan sunah sebagai pembimbingnya. Tak ada satupun persoalan yang tidak bisa diselesaikan dengan Al Quran dan Sunah . Dengan demikian, jika ada lagi nabi setelah nabi Muhammad berarti wahyu Allah akan turun lagi dan akan ada lagi serentetan hadits dari nabi atau rasul yang baru tersebut. Ini berarti menunjukkan ketidak sempurnaan ajaran Allah, ketidak validan Al Quran, dan ketidak lengkapan atau kelemahan sunah nabi. Sungguh ini suatu hal yang sangat mustahil dan sangat bertentangan dengan pernyataan Allah dan Rasulullah. Dalam hal ini Syaikh Jamaluddin Muhammad Al Anshari dalam bukunya “ Lisanul Arab” mengatakan: “Merujuk kepada Al Quran dan hadits mutawatir, kalau ada orang yang mengatakan masih akan ada nabi setelah nabi Muhammad saw. atau ada orang yang mengaku menjadi nabi atau rasul maka mereka telah sesat dan kafir.”Lima belas abad yang lalu Rasulullah Saw. telah mengingatkan dalam haditsnya: “Tidak akan terjadi kiamat kecuali akan keluar (muncul) tukang-tukang bohong (para penipu) kira-kira 30 orang. Semuanya mengaku dirinya sebagai rasul Allah.” (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abi Hurairah).
Sabat
artikel islami
Keihklasan beribadah
Aku mendengar Rasulullah bersabda, “Mula-mula manusia yang diadili pada hari Kiamat ialah seseorang yang gugur dalam peperangan.Ia dihadirkan dalam pengadilan akhirat , lalu Allah memperlihatkan kenikmatanNya yang telah diberikan kepadanya. Kemudian Allah bertanya, ’Apakah yang telah kamu perbuat atas nikmat-nikmat tersebut?’ Ia menjawab, ‘Aku berperang di jalanMu sehingga aku gugur sebagai syahid.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, kamu berperang supaya disebut pemberani, dan sebutan itu telah kamu dapatkan.’ Kemudian diperintahkan supaya wajahnya diseret dan dilemparkan ke dalam neraka.Kedua , seseorang yang belajar ilmu dan membaca Al-quran serta mengajarkannya kepada orang lain. Ia dihadirkan dipengadilan akhirat, lalu Allah memperlihatkan kenikmatanNya yang telah diberikan kepadanya. Kemudia Allah bertanya, ‘Apakah yang telah kamu perbuat atas nikmat-nikmat tersebut?’ Ia menjawab, ‘Aku belajar ilmu dan mengajarkannya kepada orang lain serta aku membaca al-Qur’an karenaMu.’ Allah berfirman, ‘Kamu berdusta, kamu belajar ilmu supaya disebut sebagai qari’, dan sebutan itu telah kamu dapatkan.’ Kemudian diperintahkan supaya wajahnya diseret dan dilemparkan ke dalam neraka.Ketiga, yang diajukan ke pengadilan aklhirat adalah seseorang yang telah diluaskan hartanya, lalu Allah memperlihatkan kenikmatanNya yang telah diberikan kepadanya. Allah bertanya, ‘ Apa yang telah kamu perbuat atas nikmat-nikmat tersebut ?’ ia menjawab, ‘Aku tidak pernah meninggalkan suatu jalan yang Engkau sukai untuk bersedekah, melainkan aku bersedakah karenaMu.’ Allah menanggapi,’kamu dusta !, kamu melakukan itu semua bukan karfena Aku, tetapi kamu ingin disebut sebagai “dermawan.” Dan sebutan itu sudah kamu proleh. Lalu diperintahkan supaya wajah orang tersebut diseret dan dilemparkan ke dalam neraka. Na’uzubillah. (Shahih hadits Qudsi, hal. 10-11)
Sabat
artikel islami
Kebijakan Dakwah Rasulullah
Suatu ketika Umar bin Khatab datang kepada Rasulullah menceritakan seseorang yang sangat baik dan rajin beribadah melebihi orang lain.“Bagaimana kebaikannya orang itu, hai Umar ?” tanya Rasulullah.“Sehari-hari pekerjaannya hanya ibadah di masjid. Pagi di masjid, siang di masjid, petang di masjid dan malampun di masjid.” Jawab Umar“Apakah dia makan ?”“Dia bukan malaikat. Dia makan juga.”“Dia berpakaian?”“Masa dia ibadah dengan telanjang ya Rasulullah !”“Siapa yang menjamin makan dan pakaiannya ?”“Orang-orang kampung,” Jawab Umar“Kalau begitu orang-orang kampunglah yang lebih baik daripada orang yang kau anggap amat baik itu, Umar,” Ucap Nabi dengan tegas.(KH. Abdurrahman Arroisi, 30 Kisah teladan, JUilid 3, hal. 38-39
Sabat
artikel islami
Langganan:
Postingan (Atom)